Kasus pelecehan seksual begitu mengerikan sedang terjadi di Negara ini

Masyarakat kita, cenderung apatis (acuh, masa bodoh, tidak perduli) jika melihat tetangganya yang terbiasa pacaran, selingkuh, LGBT, dan sejenisnya. Berbagai alasan mereka berikan : “dosa ditangung sendiri”, “setiap orang punya jalan hidup pikiran sendiri sendiri”, “itu adalah hak asasi pribadi”, “selama dia tidak mengangguku buat apa aku menganggunya”, “Biar pak RT aja yang ngingatkan, kita mah apa atuh…”, “Kan bapak ibuknya masih idup, kenapa kita tetangganya yang dituntut ngingetin”, “Dia uda gede kok, uda faham dosa”, “Aku sudah lelah dengan target di kerjaku, bukan waktunya ngurusi orang lain”, “Aku bukan penegak hukum, yang ngingatkan gitu harusnya polisi”, dan masih banyak alasan yang lain untuk menegaskan sikap apatis nya. Lalu, dimanakah watawa saubil haq? Lalu yang lain, dimana kita sebagai tetangga agar rahmaallila’lamin? Apakah saudara sedang ingin mengubur hidup, meninggalkan, tidak mengamalkan, Q.S Al-Ashr untuk saling sehat menasehati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s