Kemanakah Kita Mengadu ….?


Andai perjuangan ini mudah, pasti ​ramai yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan, pasti ramai tertarik padanya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu, turun naiknya, sakit pedihnya umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah semula. Perjalanan dakwah tiada penghujung, kita bukan pemula bukan juga penghujung, tetapi penyambung. maka jangan hentikan perjalanan itu, teruslah berjalan….!!! Hanya kepada Allah SWT sajalah kita menyandarkan semua harapan, dalam keadaan ringan atau berat, lapang maupun sempit Allah tetap memberi perintah untuk berangkat, tetap semangat untuk terus berjuang. Qs, 9:41 Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” 

Di setiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran niscaya Alloh akan kuatkan mereka kembali, tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia maka akan ada banyak pekerja dakwah lain yang bersedia menggantikannya.

Dakwah tidak akan pernah kehabisan pekerja, ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah akan terus tetap melaju menuju surga.

Islam tidak akan berkembang seperti sekarang ini jika para pendakwah menghentikan langkahnya, kita punya Allah yang akan selalu siap menerima semua keluh kesah, uneg uneg bahkan kemarahan kita. Subhaanallah begitu nikmatnya jika semua luapan emosi itu kita adukan kepada-Nya. Justru itu akan menambah kedekatan dan jalinan komunikasi yang sangat bagus antara Robb dan hamba-Nya, Allah akan senantiasa punya waktu begitu banyak untuk melayani semua keinginan hamba-Nya tanpa ruang dan waktu 24 jam kita bisa berkomunikasi dengan Allah, ketika duduk, berdiri bahkan berbaring pun Allah siap melayani kita, tak perlu kita pake jasa ajudan, appointment waktu dulu dengan Allah, harus melalui protokoler yang ribet, itupun masih antri karena banyak yang ingin bercakap-cakap dengan-Nya, justru kalau kita mau ketemu pejabat pemerintahan kita harus bikin janji berapa minggu sebelumnya weleh-weleh itupun masih gambling iya kalau diijinkan, iya kalau ketemu, kalau nggak?

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menegakkan islam, dan islam tidak pernah membedakan antara perempuan dan laki-laki dalam hal ini, karena kewajiban ber-amar ma’ruf nahi munkar dibebankan kepada setiap hamba Allah, jangan sampai ada dikotoimis masalah gender yang mengakibatkan runtuhnya bangunan ukhuwah dakwah islamiyah dan jangan sampai pula para Feminisme Barat mem punyai anggapan bahwa perempuan-perempuan islam hidupnya sengsara dan menderita, karena eksistensi diri dan kemampuan intelektualnya tidak dihargai dan tidak diakui. Jugaa demikian perempuan-perempuan yang beriman hendaknya pandai menjaga diri, mengoptimalkan semua kemampuan diri hanya untuk menegakkan addinul islam saja. karena Allah akan selalu bersama kita, para pejuang kebenaran. Dan untuk mencapai tujuan itu kita harus bersatu. Qs. 61:4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”

Boikot Terus Produk Israel dan Sekutunya

Sejak tahun 1966, Coca-Cola telah setia menjadi pendukung utama zionis irael. Tahun 1997, Delegasi Misi Ekonomi Israel memberikan kehormatan Israel Trade Award pada Coca-Cola dan Direktur perusahaan minuman itu, Roberto Goizueta, di acara jamuan makan malam atas bantuan dan kesetiaanya selama 30 tahun dan dianggap ikut menolak seruan Liga Arab dalam seruan memboikot lsrael. Coca-Cola Israel telah menjadi sponsor program-program pelatihan untuk para pekerjanya dengan subyek konflik Arab-lsrael. Program pelatihan itu diciptakan oleh sebuah badan yang dibiayai oleh agen Yahudi dan Israel. Atas perannya yang sangat besar terhadap ambisi Israel, tahun 2002, Coca-Cola mengumumkan membangun pabrik di atas tanah milik Palestina yang dirampas oleh israel, Tanah di Kiryat Gat untuk pendirian pabrik Coca-Cola ini sebagai imbalan atas sumbangan bernilai jutaan dolar yang diberikan oleh Coca-Cola. Besarnya sumbangan Coca-Cola ini sangat ditopang oleh tingginya angka penjualan produk-produk Coca-cola, serta banyaknya produk yang mereka hasilkan.

Pada bulan Oktober 2005, Coca-Cola dan pen- ingkatan investasi di Israel oleh membeli 51 persen pada pengendalian Tavor Winery. Produk yang masih berafiliasi dengan Coca-cola adalah Dr Pepper, Fanta, Fruitopia, Kia Ora, Lilt, Sprite, Sunkist dan Schweppes.

Semenjak seruan boikot produk dunia di seluruh dunia islam, menjadi salah satu rujukan kaum muslim untuk melihat daftar produk boikot, Inminds, adalah sebuah perangkat lunak yang berspesialisasi dalam penggunaan internet dan teknologi multi-media untuk memajukan islam. “Kami adalah organisasi mandiri, tidak mendapat dukungan keuangan dari sumber mana pun,” ujarnya dalam salah satu situs web-nya. Sejak dimunculkan pertama kali tahun 1999, situs asal inggris ini telah menjadi rujukan dalam urusan daftar boikot. Di bawah ini beberapa produk daftar boikot keluaran inminds. (www.inminds.co.uk) dan kelola oleh http://www.hidayatullah.com. Sebagian ada yang tidak masuk, tapi ada daftar baru, diantaranya daftar produk yang baru masuk adalah klub sepak bola Arsenal.

Coca-cola, terhitung sebagai perusahaan raksasa dunia. 30 tahun lamanya mendukung Israel secara terang-terangan. Bahkan membuat iklan yang menyakitkan hati ummat Islam. Dengan menampilkan Qubbatus Sakhra (Rock Dome) dalam iklannya. Coca cola mempunyai 200 lebih produk minuman. Namun hanya tiga yang terkenal, Coca Cola, Sprite, Fanta. Perusa- haan ini sangat eksis di negara-negara Arab bahkan hampir di seluruh dunia karena didukung oleh konglomerat bahkan pemerin- tah negara setempat. Israel secara bengis memberondong relawan Gaza Flotilla dgn timah panas.Sejumlah relawan gugur syahid, sebagian lain ditawan.Apa yang bisa kita laku- kan? Toh kita orang biasa. Berteriak protes, siapa yang mau dengar? Tapi ada yang bisa KITA lakukan: BOIKOT!! Dalam sehari, hanya dari satu perusahaan saja (Philip Morris), kaum muslim menyumbang $9,6 juta ke Israel. Belum lagi produk2 lainnya.
SAUDARA, BERANI BERALIH KE PRODUK YANG LAIN ?

Beras Organik BST. Koperasi Organik Sekar Mentari. Sidoarjo.

​• Lahan Bebas Zat Kimia

• Pupuk Alami

• Pestisida Alami

• Tanpa Pengawet

• Tanpa Pemutih

• Tanpa Penguat


“Mengapa Beras Organik ?”

Makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia adalah beras, karena pada dasarnya beras/padi mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh manusia. Namun karena padi di Indonesia pada umumnya menggunakan pupuk dan pestisida kimia maka justru terkadang hal itu sangatlah berbahaya bagi tubuh.

BERAS ORGANIK BST adalah hasil budidaya padi dengan menggunakan pupuk dan pestisida organik, sehingga aman bagi tubuh bahkan dapat berfungsi menetralisir racun penyebab sakit. Mulai dari pola tanam, pengendalian hama, sampai proses penggilingan dalam pengawasan (Quality Control) yang ketat dan disiplin sehingga beras tetap terjaga kualitasnya. 

BERAS ORGANIK BST adalah hasil petani pribumi di bawah bimbingan Departemen Pertanian.

Rp 15.000,/- perkilogram

PESAN ANTAR

KOPERASI ORGANIK SEKAR MENTARI

SIDOARJO – JAWA TIMUR

Perumahan Puri Indah blok R-12 Sidoarjo

Telepon 081354584837

CP : Meyrina 085331433385

Mereka Yang Lari


Belantara dakwah yang penuh liku-liku dan onak serta duri (namun menjanjikan gemerlapan cahaya Allah dan kenikmatan surga) kadang dimasuki orang dengan tanpa kemapanan niat, konsep bahkan sikap mantap.

Inilah contoh beberapa kasus mereka yang pernah meniti jalan dakwah bersama kita namun karena beberapa hal menjadikan mereka lari dari harapan dan janji dakwah yang mempesona ini.
Tentu pelajaran dari liku kehidupan mereka sangatlah bermanfaat.

1. Kasus ‘Eal’
Eal sebut saja demikian. Dalam kepastian sebagai orang kampung, seorang ibu, bolehlah harapan dakwah ini kita bebankan padanya lebih-lebih dia punya ledakan dakwah yang cukup lumayan dibanding ibu-ibu yang lain. Eal rasanya menjadi sosok contoh dari perjalanan kehidupan seorang muslimah menurut ukuran angan-angan, hanya lulusan SMP tapi cerdas, hidup dengan mertua yang baik, punya suami yang membiarkan dia aktif, punya anak yang tidak banyak ‘polah’.

Paling tidak misi selaku pendobrak dakwah Islam dapat dukungan kuat dan tentunya setia.
Sehingga kaget, ketika dihadapan kita Eal berkilah, “Maaf teman – teman karena saya sekarang sudah punya anak-anak maka saya serahkan tugas dakwah pada teman-teman, ditunjang saya sekarang tidak boleh suami lagi.”
Demikian kata Eal, tokoh kita, menutup pembicaraan dan dengan langkah terburu-buru menyambut suami yang menjemput dengan motor kredit yang 3 bulan sebelumnya baru dikabulkan. 

2. Kasus Nawdir
Dalam kacamata harapan dakwah, Nawdir rasanya cukup representatife untuk menjadi kader dambaan sebagai salah satu perintis keberadaan kajian Al Quran. Cukup luas kita menyerap pemikiran dan cita-citanya tentang dakwah dimana harapan merintis kehidupan mendatang demikian gamblang di pelupuk mata.
Masa kuliah dilalui di Surabaya dengan naik sepeda pancal reyot yang dibawa dari daerah pelosok Jatim, aktif ngaji di kita dan tidak segan menggilai kegiatan formal Organisasi pelajar Islam.

Karena ketelatenannya akhirnya dia menduduki orang kepercayaan di lembaga kita. Entah angin apa yang membawa dia berubah total setelah ia diberi amanat uang, dia menjadi orang yang seakan-akan tidak pernah mengenal Islam. Dan lenyaplah dia beserta uang itu.

Dan kita pun akan merenung heran ketika di hadapan kita telah melangkah tipe-tipe nawdir-wan dan nawdir-wati yang sudah tidak terbilang jumlahnya. Mungkin juga termasuk kita di masa mendatang. (Naudzubillah

3. Kasus Dafi
Setelah dapat jabatan mapan di lembaga pendidikan dan tetap sebagai juru dakwah di beberapa LP alangkah senangnya ketika akhirnya mendapatkan tambatan hati yang juga sevisi dan semisi dalam arena perjuangan.
“Sungguh ideal”, itu gema beberapa teman-teman yang belum menikah. Ternyata benturan-benturan dalam kehidupan menjadikan lain. Realita yang pernah tertanam bahwa tidak boleh menjadi “mantan pejuang Islam”, katanya tempo dulu.

Dahsyatnya benturan-benturan hidup dari ekonomi, konflik dengan mertua karena lelah mengasuh anaknya, pembantu yang pulang, jabatan yang akhirnya lepas karena tidak berkualitas lagi, dll.

Jadi aku harus bagaimana?! Memang aku salah, kenyataan sekarang, tidak mungkin menjadikan aku seperti dulu.

‘Bagaimana dengan hati nuranimu Dafi?’ Tanyaku.’

Entahlah, mungkin setelah anakku besar akan mau dakwah lagi dan perjuangan kan tidak disini saja!?’ Katanya mulai berakting sendu dan minta perhatian dan ala kadar jawabnya.
Kalau saja Shibgoh Al Quran masih melapisi kehidupan Dafi, kalau saja kamu masih malu pada materi-materi yang kamu dakwahkan dulu secara rutin. Kalau saja dirimu masih bisa menjaga keikhlasan teman-temanmu yang dengan tulus membantu pra nikahmu, gawe nikahmu sampai kelahiran anakmu.
Demikian desisku sebagai isyarat masih mencoba menyentuh ghirah (cemburu) dakwahnya sebagai sosok yang PEKA bukan PEKOK. 

Dalam kisah di atas memang bukan kisah fiksi namun kenyataan perjalanan sejarah itu tentulah tidak patut untuk ditelusuri siapa mereka. (sehingga pembaca tidak usah bertanya siapa ya mereka itu?) 

Bahkan kita sendiri mungkin bisa terkena wabah ini. Inilah cermin buta, semua tinggalkan dakwah, silahkan! Tetapi Allah Maha Penetap dan Penepati Janji

“AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI GODAAN SYETAN…..”
(NB: godaan syetan bisa saja pasangan hidup, anak, harta).

Cokot-Clekit

* Dia Mengundurkan diri.
Saya tau, tapi tidak beri tau. Tanpa alasan, tidak etis, tidak sopan!

* Saya belum siap, jadwalnya dikurangi saja.
Maju terus pantang mundur !!! Biasaaa !!! Gejala awal mengajar.

* Tidak pakai seragam baru, siswa dijemur.
Alasannya dipertimbangkan, dong ! Kalo ada guru tidak pakai seragam, kita siap menunggunya dijemur juga.

* Arab Saudi, negara yang melarang perempuan mengemudi.
Yang melarang perempuan beraktivitas ? Maaf, supir perempuan tidak laku.

At Taubah 41

‘Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.’
(At taubah: 41)

Firman Allah di atas meskipun turun berkaitan dengan perang tabuk, namun dapat dihubungkan dengan kehidupan muslim pada zaman sekarang ini. Ketika seorang muslim dibutuhkan untuk kepentingan agama Islam, sesuai ayat diatas maka harus berangkat baik merasa ringan atau berat. Tetapi pada kenyataannnya, banyak yang enggan melakukannya dengan berbagai alasan. Keluarga, ibu, anak, suami, dan faktor ekonomi sering menjadi kambing hitam yang bisa dipersalahkan

Saudara, Apakah karunia dari Allah melalui keluarga, ibu, anak, suami dan penghidupan dapat disyukuri dengan menjadikannya alasan untuk tidak berjuang di jalan Allah?

Sejarah Yayasan Sekar Mentari

Yayasan Sekar Mentari telah berdiri kurang lebih 24 tahun, terdiri atas profit dan non-profit.

Profit :

  • TK (Taman Kanak kanak)
  • TPA (Taman Penitipan Anak)
  • TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran)
  • LBB (Lembaga Bimbingan Belajar)
  • Koperasi Organik

Non Profit :
BD (Biro Dakwah) fokus di Lembaga Pemasyarakatan yang biasa disebut Lapas/Penjara (Kelas 1 Surabaya / LP Porong dan LP kelas II Sidarjo).

Dalam Lapas Kelas 1 Surabaya (LP Porong) sampai saat ini Pengajaran /Madrasah (Sekolah)/Pemberian siraman Rohani dari islam hanya dari lembaga kami saja, Departemen Agama memberikan siraman rohani ketika hari-hari besar Islam saja. So, bisa dibilang siraman rohani saudara-saudara kita di penjara sangatlah kurang, sampai detik ini info terakhir yang kami dapatkan bahwa agama nasrani atau kristen/gereja telah melakukan kegiatan yang seperti ini (siraman rohani/kristenisasi dan sumbangan materi) kurang lebih pada 21 lapas, tidak bisa dipungkiri jika tiap bulannya ada saja napi(narapidana) yang keluar dari agama islam, miris bukan ?

Ya, lahan dakwah islam masih panjang, lebar, dan Luas…

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl [16]:125)

“dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 46)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)

“Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (Q.S. Al-Qashash [28]: 87)

Astaghfirullah…

“Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az Zumar: 65)

Membaca ayat ini dengan seksama, sebenarnya membuatku ngeri. Bayangkan, amal-amal ibadah kita yang telah kita lakukan bertahun-tahun lamanya akan terhapus semua apabila kita mempersekutukan Allah (berbuat syirik). Naudzubillah. Kita harus selalu sadar dalam melakukan ibadah apapun, bahwa amal yang kita lakukan haruslah benar, karena mungkin saja kita terlena akan amalan–amalan kita padahal ternyata yang kita lakukan belum sesuai dengan apa yang seharusnya.

Mempercayai ramalan bintang, menangkal hujan pada ‘orang pintar’, minta kekebalan tubuh, memohon pertolongan pada paranormal/dukun, meletakkan makanan untuk makam/pohon besar, percaya bahwa arwah leluhur akan memberi pertolongan/mudharat. Semua itu harus kita kaji ulang kebenarannya agar amal – amal yang telah kita lakukan seumur hidup ini tidak terhapus. Insya Allah..

Play Group dan Taman Kanak-Kanak Sekar Mentari, di Sidoarjo Kota.

Visi:

Menjadi sekolah yang dibutuhkan masyarakat, rahmatan lil alamin.

Misi :

  • Menjalankankan pendidikan Islami.
  • Lulusan PG & TK Sekar Mentari mempunyai bekal membaca latin dan Al Quran untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar.

Ciri Khas :

  • Pakaian sekolah setiap anak tidak selalu sama karena ada yang berbahan dasar batik dan sarung, jadi motif bermacam – macam, dan salah satu seragam menggunakan blangkon (penutup kepala khas jawa). Salah satu pesan bahwa setiap anak itu unik dan beda, mengenalkan pada warisan budaya Indonesia.
  • Tidak adanya penjual di sekitar lingkungan PG & TA Sekar mentari, sehingga anak–anak tidak mengenal ‘jajan’. Anak–anak hanya mengkonsumsi bekal (buah atau kue tradisional, tidak diperkenankan snack/kue instan) yang dibawakan oleh orang tua dari rumah.
  • Adanya giliran sodaqoh kue (kue tradisional atau buah) oleh salah seorang anak kepada teman–temannya yang lain, membiasakan anak untuk berbagi sejak dini sekaligus mengenalkan anak–anak pada makanan yang dikonsumsi (kue tradisional atau buah).
  • Pembelajaran mengaji menggunakan metode Al Barqy (kilat) yang memudahkan anak–anak mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al Quran.
  • Adanya garansi Lulusan PG & TA Sekar Mentari sudah mampu membaca latin dan al quran, kalau belum mampu SPP selama satu tahun dikembalikan atau mengulang kembali kelas B dengan gratis.
  • Anak – anak melaksanakan shalat dhuhur setiap hari dengan bacaan dikeraskan sehingga anak–anak mudah menghafalkan dan melafalkannya bacaannya. Sedangkan artinya diajarkan di luar shalat sehingga ketika lulus anak sudah hafal seluruh bacaan shalat dan artinya.
  • Adanya kajian Tafsir Al Quran rutin setiap minggunya bagi orang tua/ wali murid, hal ini agar dapat menyamakan visi.

Kurikulum Tambahan :

  • Pendidikan aqidah dan kepekaan terhadap sekitar.
  • Hafalan Nama Surat + arti.
  • Hafalan Hadits + arti.
  • Hafalan Surat Pendek + arti.
  • Hafalan bacaan shalat + arti.
  • Pidato 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia).
  • Pembiasaan doa sehari–hari.
  • Perkalian.

Fasilitas :

  • Ruang ber-AC.
  • Perpustakaan anak.
  • Makan dan minum organik, 4 sehat 5 sempurna. Mencakup : Air minum kesehatan mizu-zero, buah, sayur, dll.
  • Taman bermain.
  • Wifi.

Yayasan Sekar Mentari —> Perumahan Puri Indah Blok R-12, Sidoarjo, Jawa Timur.

No.Tlp 081354584837 & 085331433385

Bagaimanakah Kita Bermedia Sosial ?

Sumber : Buletin at Tauhid 
Zaman sekarang ini siapa sih yang tidak kenal dengan medsos (media sosial)? Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Telegram, Path, dan media sosial lainnya. Terlebih lagi bagi kaula muda, medsos bagi mereka seakan akan sudah menjadi kebutuhan hidup. Tiada hari tanpa bermedsos katanya. Bahkan, saking luasnya dampak medsos ini, anak usia SD pun banyak pula yang sudah bermedsos.

Nah bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai seorang muslim dalam bermedia sosial? Adakah aturan atau kaidah yang perlu kita perhatikan di dalamnya? Yuk, kita simak beberapa penjelasan berikut.

1. Mem-posting yang baik-baik saja

Sesungguhnya setiap postingan yang kita tulis atau kita share di media sosial sama hukumnya sebagaimana perkataan yang kita ucapkan. Dan ketahuilah, setiap postingan kita ini akan dicatat dan dipertanyakan kelak di akhirat.

Allah berfirman (yang artinya), “Tiada suatupun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaf  : 18)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini mengatakan bahwasanya malaikat yang senantiasa hadir mengawasi ini akan mencatat setiap perkataan yang diucapkan oleh manusia. Tidak satu kalimat pun yang terluput dari pencatatan ini.

Dalam ayat lain, Allah menyatakan bahwa setiap kebaikan atau kejelekan sekecil apapun kelak akan kita lihat balasannya di akhirat. 

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzala : 7-8)

Jika demikian, maka kaidah pertama yang perlu kita perhatikan dalam bersosial media adalah janganlah kita mem-posting atau men-share sesuatu kecuali yang baik-baik saja. Bisa dalam bentuk berdakwah di medsos, ber-amar ma’ruf nahi munkar, memberikan informasi yang bermanfaat dalam perkara dunia atau akhirat, dan hal-hal baik lainnya.

Hal ini juga sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam” (HR. Bukhari dan Muslim)

Janganlah kita jadikan media sosial kita sebagai tempat untuk berkeluh kesah, mencela, atau mengumbar aib orang lain. Jangan pula kita gunakan media sosial kita sebagai ajang untuk menambah dosa jariyyah dengan memposting foto tanpa aurat misalnya (bagi wanita), apalagi dengan menampakkan aurat, memposting atau men-share tulisan yang di dalamnya mengandung dosa dan perkara maksiat.

2. Memperbanyak teman yang shaleh

Kaidah kedua dalam bermedia sosial adalah hendaknya kita memperbanyak teman-teman yang sholeh di dunia maya. Teman yang sholeh tidaklah mem-posting sesuatu di media sosialnya kecuali hal-hal yang baik saja. Kita bisa memperoleh ilmu agama yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita dari teman kita tersebut. Sejelek apapun kita, apabila kita berteman dengan teman yang baik, sedikit banyak ia akan mempengaruhi kita Mungkin dengan membaca postingan yang ia tulis atau share, Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita, menggerakkan hati kita untuk bertaubat. Atau kita jadi mengetahui perkara-perkara ilmu agama yang sebelumnya banyak tidak kita ketahui.

Nabi kita pernah memberikan perumpamaan mengenai teman yang shaleh ini. Beliau bersabda, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarata seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatakan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatakan bau asapnya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Jangan berdusta meskipun bercanda

Terkadang kita merasa jenuh ketika berselancar di dunia maya. Demi menghilangkan kejenuhan ini, kita pun mencari-cari artikel, video, meme yang dapat membuat kita tersenyum atau tertawa. Saking lucunya, kita pun men-share postingan tersebut di media sosial kita agar kita bisa menghibur teman kita yang lain. Hal ini sah-sah saja dan diperbolehkan. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga bercanda.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Beliau menjawab, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar” (HR. Ahmad, shahih)

Yang perlu diperhatikan, janganlah kita men-share artikel, video, ataupun meme untuk bercanda namun mengandung kedustaan di dalamnya. Sungguh Nabi telah melarang kita untuk berdusta ketika bercanda.

Nabi bersabda, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah ia celakalah ia” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

4. Jangan sembarangan share informasi

Di medsos, seringkali kita temui orang- orang yang bersemangat dalam membagikan informasi. Saking semangatnya, mereka tidak menyaring lagi apa yang mereka bagikan. Setiap kali mereka lihat sebuah postingan yang menurut mereka bagus, tanpa pikir panjang mereka langsung membagikannya. Ternyata setelah dicek, apa yang mereka share itu tidaklah benar. Entah itu hoax, entah itu hadits palsu atau lemah, entah pula berita yang belum pasti kebenarannya. Mereka men-share berita dari media atau orang yang tidak diketahui kejujuran dan kehati- hatiannya dalam menyampaikan berita Terlebih parah lagi, terkadang berita yang dishare berasal dari media/orang yang sudah terkenal sering salah dan tidak adil dalam menyampaikan berita Allah telah memerintahkan kita di dalam Al Qur’an agar senantiasa mengecek kebenaran dari sebuah berita.

Allah berfirman (yang artinya), “Hai orang- orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al Hujurat 6)

5.Jangan suka berdebat di medsos

Hal lain yang penting untuk diperhatikan jangan jadi medsos sebagai ajang berdebat. Terlebih khusus lagi apabila anda termasuk orang yang sering menjadikan medsos Anda sebagai sarana untuk berdakwah Sampaikan saja, namun tinggalkanlah debat meskipun anda berada di pihak yang benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar” (HR. Abu Dawud, hasan).

Menyampaikan kebenaran atau mengingkari kemungkaran merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Apabila penjelasan diterima, alhamdulillah. Namun jika tidak, maka tinggalkanlah perdebatan. Ini dalam permasalahan agama. Maka bagaimanakah lagi dalam perkara dunia? Tidak layak lagi seseorang untuk berdebat dalam perkara dunia.

Dalam hadits lain disebutkan bahwasanya orang yang suka berdebat adalah orang yang dimurkai oleh Allah Nabi bersabda,  “Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat.” (HR. Bukhari)

Mendebat dalam hadits di atas maksudnya adalah mendebat dengan cara batil atau tanpa ilmu.

6.Tidak mencela pemerintah di medsos

Kaidah terakhir dalam bermedia sosial adalah hendaknya kita tidak menggunakan media sosial kita untuk mencela pemerintah. Prinsip ahlus sunnah wal jama’ah dalam menasehati pemerintah adalah dengan menyampaikan secara langsung, bukan mencela di belakangnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia menampakkannya terang-terangan. Akan tetapi hendaklah ia meraih tangan sang penguasa, lalu menyepi dengannya dan sampaikan nasihatnya. Jika nasihat itu diterima, maka itulah yang diinginkan. Namun jika tidak, maka sungguh ia telah melaksanakan kewajibannya.” (HR Ibnu Abi Ashim)

Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata “Tidak boleh merendahkan pemerintah atau mencelanya di majelis-majelis, di khutbah-khutbah, atau di ceramah-ceramah.” (Mafhumul Bai’ah, hal. 18)

Ya, mungkin berat bagi sebagian besar kaum muslimin untuk tidak melakukan ini. Mereka geregetan melihat kondisi pemerintahan sekarang sehingga mereka pun curhat, menjelek-jelekkan pemerintah di medsos. Namun hendaknya kita mengikuti nasehat Nabi atas dalam berinteraksi dengan pemerintah.

Demikian tulisan kami yang sedikit ini, masih banyak kaidah dalam bermedia sosial namun semoga beberapa point penjelasan di atas dapat mewakili sebagian besar kaidah dalam bermedsos. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi kaum muslimin pada umumnya.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nyalah segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis : Boris Tanesia, S.T (Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta)