Kemanakah Kita Mengadu ….?

Andai perjuangan ini mudah, pasti ​ramai yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan, pasti ramai tertarik padanya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu, turun naiknya, sakit pedihnya umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah semula. Perjalanan dakwah tiada penghujung, kita bukan pemula bukan juga penghujung, tetapi penyambung. maka jangan hentikan perjalanan itu, teruslah berjalan….!!! Hanya kepada Allah SWT sajalah kita menyandarkan semua harapan, dalam keadaan ringan atau berat, lapang maupun sempit Allah tetap memberi perintah untuk berangkat, tetap semangat untuk terus berjuang. Qs, 9:41 Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” 

Di setiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran niscaya Alloh akan kuatkan mereka kembali, tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia maka akan ada banyak pekerja dakwah lain yang bersedia menggantikannya.

Dakwah tidak akan pernah kehabisan pekerja, ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah akan terus tetap melaju menuju surga.

Islam tidak akan berkembang seperti sekarang ini jika para pendakwah menghentikan langkahnya, kita punya Allah yang akan selalu siap menerima semua keluh kesah, uneg uneg bahkan kemarahan kita. Subhaanallah begitu nikmatnya jika semua luapan emosi itu kita adukan kepada-Nya. Justru itu akan menambah kedekatan dan jalinan komunikasi yang sangat bagus antara Robb dan hamba-Nya, Allah akan senantiasa punya waktu begitu banyak untuk melayani semua keinginan hamba-Nya tanpa ruang dan waktu 24 jam kita bisa berkomunikasi dengan Allah, ketika duduk, berdiri bahkan berbaring pun Allah siap melayani kita, tak perlu kita pake jasa ajudan, appointment waktu dulu dengan Allah, harus melalui protokoler yang ribet, itupun masih antri karena banyak yang ingin bercakap-cakap dengan-Nya, justru kalau kita mau ketemu pejabat pemerintahan kita harus bikin janji berapa minggu sebelumnya weleh-weleh itupun masih gambling iya kalau diijinkan, iya kalau ketemu, kalau nggak?

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menegakkan islam, dan islam tidak pernah membedakan antara perempuan dan laki-laki dalam hal ini, karena kewajiban ber-amar ma’ruf nahi munkar dibebankan kepada setiap hamba Allah, jangan sampai ada dikotoimis masalah gender yang mengakibatkan runtuhnya bangunan ukhuwah dakwah islamiyah dan jangan sampai pula para Feminisme Barat mem punyai anggapan bahwa perempuan-perempuan islam hidupnya sengsara dan menderita, karena eksistensi diri dan kemampuan intelektualnya tidak dihargai dan tidak diakui. Jugaa demikian perempuan-perempuan yang beriman hendaknya pandai menjaga diri, mengoptimalkan semua kemampuan diri hanya untuk menegakkan addinul islam saja. karena Allah akan selalu bersama kita, para pejuang kebenaran. Dan untuk mencapai tujuan itu kita harus bersatu. Qs. 61:4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s