Kesempurnaan


Assalamualikum Wr. Wb. Marhaban ya Ramadhan.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran : 142)

Alhamdulillah, untaian kata yang agung untuk diucapkan ketika kita semua umat islam menantikan detik-detik bulan Ramadhan. Ada satu kata terjawab, ketika tim redaksi (kru Biro Dakwah Sekar Mentari) berkumpul untuk membahas bagaimana teknik baksos tahun ini, rumusan apa yang tepat dan jitu untuk mampu mencetak kader-kader islam yang militan. Rumusan, bahwa mengkaji Al Quran adalah kebutuhan bukan suruhan/instruksi ketua/lembaga.

Sempurna Ya…

Kesempurnaan yang tentunya kami inginkan dalam setiap langkah program dakwah kami, Dengan minimnya tenaga, fasilitas, dana, teamwork yang masih ada mental-mental yang kalau tidak disuruh tidak jalan, disiplin waktu yang amburadul dan masih banyak lagi kekurangan di sana-sini, tapi Insya Allah dan kami yakin dan tetap optimis karena hal itu semua tidak akan menjadikan kru Sekar Mentari jadi loyo dan kurang semangat.

Sudahlah…

Sekarang tinggal kenangan (semoga) karena program ke depan untuk jangka panjang masih belum terselesaikan dan satu lembar buletin ini sepertinya belum bisa mewakili banyak keinginan kami untuk menyajikan yang terbaik bagi masyarakat.

Tapi…

Tidak salah jika kita tetap menancapkan cita cita itu di dada kita selama bulan Ramadhan. Semoga…Sempurna.

Apa Saja ‘Penyimpangan’ Ibadah Ketika Memasuki Bulan Ramadhan ?


Saudaraku!

Seringkali kita tidak kuasa, tidak berani, tidak berdaya dan mungkin cuek ketika para ibu-ibu, mbah-mbah, budhe budhe bahkan bapak-bapak kita sibuk dengan acara selamatan (MEGENGAN dalam budaya jawa), ziarah ke kubur orang orang tua atau orang-orang sholeh, dll. Padahal Allah telah berfirman di dalam QS. Al Isra’ ayat 36 :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.”

Di ayat dan surat lain Allah juga menjelaskan kembali :

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?”

Nah, dari 2 surat dan 3 ayat di ats Allah telah sangat jelas memberikan warning (peringatan) kepada umat Islam jauh sebelum bapak-bapak kita atau masyarakat kita melakukan ritual ritual lbadah yang sama sekali tidak ada aturannya.

  • Janganlah kita mengikuti kebanyakan orang, sedang kita tidak mempunyai pengetahuan tentangnya terutama tentang aqidah.
  • Orang yang sombong adalah diantaranya kita membantah keesaan Allah dengan mengadakan sekutu-sekutu/thogut.
  • Masyarakat kita tidak selalu benar, so….. jangan taqlid buta ya…!kebenaran hanya milik Allah, lain itu tidak.
  • Jadikan Al Quran sebagai SATU-SATUNYA hukum.

Kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada umumnya ketika menyambut bulan Ramadhan :

  • Megengan (selamatan), ini dilaksanakan 2 hari menjelang puasa ramadhan dan yang khas pada moment ini adalah kue apem yang tidak pernah ketinggalan. Cobalah sesekali bertanya kenapa mesti kue apem, apa maksudnya dan kenapa selamatan dilakukan menjelang ramadhan ? Mereka pasti akan menjawab: mbah-mbah kita dulu juga melakukan hal yang sama kok.
  • Ziarah kubur ke makam, Memang sih disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau membari salam: “Mudah-mudahan sejahtera dari Allah turun di atas kamu ahli kubur, yang mukmin dan muslim. Jika dikehendaki oleh Allah, kami akan berjumpa kamu. Kami mohon keselamatan untuk kami dan untuk kamu”. (HR. Muslim) Dan nabi tidak menentukan kubur si anu atau kubur si ini Dan pula nabi memerintahkannya, karena dalam ziarah itu dua maksud : Pertama, dari sabda Nabi : “Ziaralah kubur, karena ziarah kubur itu mengingatkan kamu kepada akhirat”. (HR. Muslim) . Kedua, mendoakan si mati. Sebagaimana yang dikerjakan oleh nabi, “mudah-mudahan Allah ampunkan dosa mereka.” So…. sudah jelaskan, moment ziarah kubur tidak harus dilakukan menjelang puasa Ramadhan. Kalau setiap ziarah, hari kamis + baca yasin bagaimana?
  • Puasa ramadhan tidak lepas dari yang namanya petasan, ya ? Hampir semua menyukainyatapi itu merupakan kesia-siaan belaka dan mubazir. Firman Allah : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. 17:27)

Semoga ibadah kita bulan Ramadhan terhindar dari unsur-unsur bid’ah apalagi kesyirikan. Naudzubillahi mindzalik.




Miskin….?!

Saudaraku…. 

Dalam sebuah kehidupan selalu terdapat 2 hal, ada yang tua ada yang muda, ada yang tinggi dan rendah, serta ada yang “kaya” dan “miskin”. Kata-kata itu selalu berada disekitar kita, bahkan ada di depan kita.

Saudaraku….

Semua agama menganjurkan kepada umatnya untuk menjadi insan yang kaya. Kita dituntut untuk kaya. Kaya ilmu, kaya hati, dan kaya harta. Di dunia ini tidak ada agama yang menganjurkan untuk menjadi miskin. Tidak ada !!!

Saudaraku….

Ketika ada seseorang yang bekerja, yang satu mendapat gaji sedikit dan yang satu mendapat gaji banyak, manakah yang seharusnya lebih bekerja keras ? Tentu yang gajinya sedikit. Demikian juga si kaya dan si miskin manakah yang seharusnya yanh bekerja lebih keras ? Tentu yang miskin.

Memang, setiap orang punya kaca mata yang berbeda tentang ukuran miskin, tetapi itulah logika yang terjaga, semoga kita bisa menjadi yang lebih baik.

“Jika anda tidak mau 10 tahun yang akan datang sama dengan 10 tahun yang lalu, maka sekaranglah waktunya untuk melakukan hal yang berbeda.”

QS. At Taubah ayat 105, “Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu. Begitu juga RasulNya dan orang-orang mukmin dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang maha mengetahui dan yang nyata, lalu diberikan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Baksos Ramadhan

Setiap bulan ramadhan, yayasan Sekar Mentari mengadakan kegiatan Bakti Sosial salah satunya untuk para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Surabaya di Porong. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mengajak para muslim untuk membersihan diri jiwa dan raga. Membersihkan harta melalui zakat dan infaq, membersihkan raga/fisik dalam hal ini adalah rumah sehingga bersih dari barang-barang yang tidak digunakan baik itu untuk dibuang atau untuk didonasikan. Tim baksos memfasilitasi hal itu sehingga dapat membantu membuangkan dan menyalurkan barang-barang tersebut.

Berbedanya tahun ini dengan tahun tahun sebelumnya adalah sebagai program untuk mengembangkan pengetahuan dan cara berpikir dengan cara memberikan bantuan berupa buku-buku tentang keagamaan.

Semoga niatan ini mendapat partisipasi dan kerjasama dari berbagai pihak yang juga berkeinginan untuk memberikan pencerahan bagi keimanan muslim lainnya.

Ramadhan

​“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS.  Al Baqarah: 185)

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Nahl: 89)


Sesuai ayat di atas bahwa Al Quran berfungsi untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, pembeda, rahmat dan kabar gembira. Jadi, rujukan utama seorang muslim dalam melakukan perbuatan/amal adalah Al Quran Karim. Apakah ibadah yang kita lakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan? Apakah pemahaman kita sudah berdasarkan/berlandaskan Al quran?

Bertepatan dengan bulan turunnya Al Quran, Ramadhan, marilah kita menengok kembali ibadah yang kita lakukan selama ini sebagai bahan muhasabah diri agar sesuai dengan al Quran, khususnya, ritual ibadah yang banyak dilakukan di bulan Ramadhan ini, jangan sampai kita tejerumus pada bid’ah dan syirik tanpa kita menyadarinya. Bid’ah termasuk kesesatan yang berujung di neraka dan syirik termasuk dosa yang tidak akan diampuni (kecuali dengan taubatan nasuha).

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh dia telah tersesat jauh sekali.” (QS. An Nisa 116)


Ibadah kita ketika menyambut ramadhan, memasuki awal bulan ramadhan, sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, sepuluh hari terakhir, dan saat Hari Raya dapat kita kembali pelajari satu persatu aturannya dan tata caranya dalam al Qur’an dan As Sunnah untuk mengetahui kebenarannya.

Dari punggahan, nyadran, mandi suci ‘ruwahan’, Selametan dengan jenis makanan tertentu, ziarah ke makam leluhur atau orang yang dianggap berjasa, nyekar, kirim do’a untuk leluhur, megengan, meminta maaf kepada para tetangga, doa-doa tertentu di bulan ramadhan, cara membangunkan sahur, membaca niat puasa, peringatan Nuzulul Quran, Shalat tarawih, malem selikuran, penentuan awal dan akhir ramadhan, takbiran semua harus kita telaah kembali untuk menguatkan kebenarannya.

Kenapa kita mesti melakukan hal ini? Agar kita selalu terjaga dari perbuatan bid’ah, syirik dan kufur. Syirik dapat menghapus seluruh amal yang kita lakukan, seperti dijelaskan pada ayat di bawah ini.

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Ruang Aqidah 


​“Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (Qs. Nuh : 27)

Beberapa generasi sepeninggal Nabi Nus As. Tumbuh lagi keyakinan syirik dan yang dominan adalah penyembahan kepada orang-orang sholeh yang telah meninggal yang dipatungkan. Oleh karena itu islam datang dengan mengharamkan patung, melaknat orang-orang yang membuat patung mengancam mereka dengan siksa yang paling berat di hari kiamat. Ini adalah untuk menutup jalan ke arah syirik akbar yang akan merobohkan tauhid.

Ketika iblis diusir dari surga ia bersumpah akan menyesatkan semua keturunan Nabi Adam As. Kecuali orang-orang yang ikhlas beribadah kepada Allah saja. la akan mengerahkan bala tentaranya mendatangi manusia dari kanan, kiri, muka & belakang untuk merayu manusia supaya mensekutukan Allah. Dengan lihainya setan menyesatkan manusia, ia merayu seolah-olah melaksanakan kebaikan, ia mengajak menghormati orang-orang sholel dan ia mencintainya. Setelah mereka meninggal, setan merayu ummatnya mendirikan tugu peringatan yang diberi nama-nama mereka untuk mengenang jasa-jasanya dan meneladani kebaikannya. Setelah alih generasi, tugu peringatan yang diatasnya diukir patung. Ini diminta berkah, minta hujan, lepas dari bencana, panen yang melimpah dan lain sebagainya.

Sampai pada abad teknologi, mayoritas manusia menyembah selain Allah, ada yang menyembah dewa-dewa, itulah orang-orang beragama hindu.

Orang-orang Budha menyembah Sidarta, orang-orang kristen menyembah Nabi Isa As, orang-orang konhucu menyembah leluhur mereka dan sebagian orang islam menyembah para wali dan orang-orang sholeh yang di atas kuburannya didirikan tugu peringatan dan dibangun rumah ibadah.

Untuk memperingatkan kesalahan dan kesesatan syirik akbar ini, Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 39-40, “manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu, ataukah Allah yang maha Esa lagi Perkasa.”

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan tentang nama-nama itu. Keputusan ini hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah islam agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

Fadil Yusuf – Warga Binaan Yayasan Sekar Mentari di LP Kelas IIA Sidoarjo

P​ada kesempatan kali ini, team Biro Dakwah Kembang Srengenge mewawancarai salah satu warga binaan di LP kelas IIA Sidoarjo. Abdul Fadil atau yang akrab disapa Fadil Yusuf ini berperawakan pendiam dan pemalu sangatlah sopan terhadap siapapun yang berada disekelilingnya.

Dalam perjalanan hidupnya, tiada pengalaman yang paling berkesan dengan keluarga selain selalu sholat berjamaah dengan keluarga setiap datangnya waktu sholat. Sungguh ini adalah hal yang patut kita contoh, karena pada jaman sekarang, mungkin sangat jarang orang yang melakukan hal itu, kebanyakan dari kita adalah lebih mementingkan hal duniawi saja.

Suami dari Yulis Setyawati Andini mempunyai harapan yang sangat besar kepada keluarganya. Beliau ingin bekerja keras dan ingin membuat keluarganya utuh kembali dan hidup sakinah. Hanya dengan meminta do’a restu dari kedua orang tua, pak Fadil yakin rencana baiknya akan sukses….amin.

Ayah dari Alvi Nurkaili dan Nendy Nazmil Auliak yang tengah menjalani masa tahanannya di lapas sidoarjo, terkait kasus peminjaman uang di Bank/koperasi. Hal ini adalah pengalaman hidup yang sangat pahit yang mungkin tidak hanya dialami oleh Pak Fadil, tetapi, menghuni lapas adalah sebuah pelajaran yang paling berharga yang tidak akan pernah terlupakan.

Kegiatan terbesar Pak Sadil setelah keluar dari lapas adalah membuka kembali usahanya melalui sebuah toko peracangan miliknya dan beliau ingin mengembangkan lebih besar lagi. 

Semua orang pernah gagal dalam hidup dan sering melakukan kesalahan-kesalahan. Terkadang seorang merasa menyesal dan terkadang tidak pernah menyesal. Namun bukan berarti kita kalah dalam hidup, justru ini adalah duri yang baru saja kita lalui dan masih banyak lain.

Pesan untuk Sekar Mentari Jadilah Lembaga yang terbaik dibumi Sidoarjo.

Oleh : Fadil Yusuf

Antara Keyakinan dan Impian

“​Juara harapan adalah nomor urut dua…”
“Kabupaten Sidoarjo!”

pengumuman pemenang Lomba Cipta APE (Alat permainan edukatif) kreatif bagi pendidik PAUD non-formal se-provinsi Jawa Timur membuat Fitri, Inda, Lala (kalau mengajar biasa dipanggil oleh anak-anak dengan tambahan ‘bu’ di depan nama masing-masing) dari PAUD Sekar Mentari saling berpandangan satu sama lain.

Berangkat dari amanah dari HINPAUDI kecamatan Sidoarjo untuk mewakili pada lomba yang sama di Kabupaten Sidoarjo sekitar bulan Mei lalu, pengajar yang memiliki nama lengkap Safitri Putri Asih, Kwinda Danmasari dan Lailatul Nur Ashri berhasil mendapatkan juara pertama sehingga dapat berlanjut mewakili Kabupaten Sidoarjo untuk mengikuti Lomba di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur didaerah Jagir Sidoresmo, Surabaya pada tanggal 19 Juli 2011.

Do’a Nabi Ibrahim AS


​Saudara, paling tidak ada lima kebutuban dasar bagi manusia. Kebutuhan fisik, keamanan, sosial, harga diri, dan perwujudan diri. Kebutuhan dasar yang pertama bagi manusia adalah terpenuhinya kebutuhan fisiknya cukup pangan, sandang, dan papan. Jangan bicara muluk-muluk soal demokrasi dan idealisme lainnya jika orang sedang lapar. Dakwah yang tepat bagi orang yang sedang lapar, bukan pidato melainkan sembako. Kebutuhan dasar yang kedua adalah terpenuhinya rasa aman. Aman dalam perjalanan, aman dalam pekerjaan, aman dalam rumah karena tidak ada orang yang menjarah hartanya.

Tapi apa yang terjadi di negeri kita ini? Makan, sandang, dan papan tidak lagi murah. Antrean panjang untuk memperoleh sembako murah masih sering terjadi. Sementara rasa aman menjadi sesuatu yang mahal. Di jalan orang tidak aman, dalam angkot kena todong ambil uang di bank atau pakai perhiasan sedikit dijambret. Di mana kita merasakan aman?

Apa yang salah dengan negeri ini? Terkait dengan dua kebutuhan utama itu : rasa aman dan tercukupinya kebutuhan fisik, kita lihat doa nabi Ibrahim alaihissalam di dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 126, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezki kepada penduduknya dari (berbagai macam) buah-buahan, (yaitu penduduknya) yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” Allah berfirman: “Dan siapa yang kafir maka Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku memaksanya menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Khasiat Lebah Madu

Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk hexagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lainnya. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah yang maximal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cepat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas untuk mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitau kepada lebah lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut akhirnya lebah lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukan tanpa kesulitan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut sudut berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak tampak adanya ketidak serasian ataupun tambal sulam pada sel- sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perencanaan yang sempurna seperti ini tanpa perhitungan yang geometris yang rumit, akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui ilham dari Allah SWT dalam Al Qur’an surt An Nahl ayat 16. “dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.”

(info lebih lanjut bersambung ke edisi berikutnya…)