Pernikahan Dalam Syariat Islam

Saudaraku tercinta ! Sebagaimana kita maklumi bahwa pernikahan itu termasuk salah satu sunnah para rasul, Allah berfirman dalam surat Ar-Radu :38, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan”.
Pernikahan juga termasuk salah satu karunia Allah terhadap para hamba-Nya. Karena melalui pernikahan akan tercipta berbagai kemaslahatan dunia dan akhirat, kemaslahatan individu dan sosial, sehingga pernikahan menjadi sebuah tuntunan secara syariat.

Allah berfirman dalam surat An -Nuur :32, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang patut nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Nabi bersabda, “Wahai para pemuda siapa saja diantara kalian yang sudah memiliki baa-ah (kemampuan seksual), hendaknya ia menikah. Karena menikah itu lebih bisa menjaga pandangan mata dan lebih dapat memelihara kemaluan.” Tapi sayangnya ada banyak pelanggaran yang terjadi diantaranya adalah ketika makna ta’aruf diartikan pacaran, mengkhitbah atau lamaran atau tunangan dengan adanya cincin tunangan sebagai tanda ikatan yang itu sebenarnya budaya orang kafir, sedang kaum laki-laki dilarang mengenakan perhiasan emas itu semua dapat menjadi penegas bahwa kedua calon pengantin bebas jalan bareng dan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu kita telaah ulang apakah betul rasul mengajarkannya dan mengerjakannya yuuk kita simak……

  • Khataman menjelang acara pernikahan dan yang membaca terlebih dahulu adalah calon pengantin, surat yang dibaca juz 29.
  • Meminta doa restu kepada orang tua atau orang yang disucikan yang telah meninggal ketika menjelang pernikahan dengan maksud supaya acara ini nanti berjalan lancar.
  • Mengadakan sajian/sesajen yang di letak- kan di dapur, sumur, kamar pengantin dan makam yang biasanya berupa beras, pisang, kelapa, ayam panggang, nasi tumpeng, dll. Dengan maksud hidangan atau apapun tidak kekurangan malah berlebih dan ini termasuk budaya orang hindu.
  • Puasa bagi calon pengantin dan periasnya dengan maksud hasil riasan bagus dan membuat orang yang melihatnya pangling (jawa red).
  • Busana pengantin yang menonjolkan aurat serta tata rias yang mencolok dan menor.
  • Mengundang biduan/penyanyi dengan iringan musik yang hingar bingar dengan pakaian yang minim.
  • Pesta pernikahan yang mewah dan berlebi- han, ini tidak sesuai dengan Qs. Al-Furqon: 67, Qs. Al-A’raaf: 31.
  • Memanggil pawang hujan jika pas acara pernikahan musim hujan dengan maksud supaya tamu undangan banyak yang datang.
  • Calon pengantin dilarang masuk ke dapur, mandi sebelum acara pernikahan selesai, pamali bahasa sundanya.
  • Adanya janur/penjor di pintu masuk rumah/gedung sebagai tanda ada pernikahan, ini meniru adat kebiasaan hindu, karena janur identik dengan dewa dewa mereka.
  • Siraman bagi yang masyarakat jawa calaon pengantin diguyur air bergiliran oleh kerabat dekat, Iha kan pake kemben saja biasanya, buka aurat doong??
  • Pecah telur, suap menyuapin, lempar sirih sang pengantin digendong yang memang identik dengan budaya Jawa, yang semua itu tidak pernah ada aturannya baik di Al-Qur’an dan Hadis.

Yang perlu kita tahu adalah lslam tidak pernah melarang seseorang untuk melestarikan budaya atau adat daerahnya asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam, semoga bagi para calon pengantin ulasan ini bisa sedikit memberikan wacana akan pernikahan yang sesuai dengan syariat islam dan tentunya berkah. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s