Apa Saja ‘Penyimpangan’ Ibadah Ketika Memasuki Bulan Ramadhan ?


Saudaraku!

Seringkali kita tidak kuasa, tidak berani, tidak berdaya dan mungkin cuek ketika para ibu-ibu, mbah-mbah, budhe budhe bahkan bapak-bapak kita sibuk dengan acara selamatan (MEGENGAN dalam budaya jawa), ziarah ke kubur orang orang tua atau orang-orang sholeh, dll. Padahal Allah telah berfirman di dalam QS. Al Isra’ ayat 36 :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.”

Di ayat dan surat lain Allah juga menjelaskan kembali :

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?”

Nah, dari 2 surat dan 3 ayat di ats Allah telah sangat jelas memberikan warning (peringatan) kepada umat Islam jauh sebelum bapak-bapak kita atau masyarakat kita melakukan ritual ritual lbadah yang sama sekali tidak ada aturannya.

  • Janganlah kita mengikuti kebanyakan orang, sedang kita tidak mempunyai pengetahuan tentangnya terutama tentang aqidah.
  • Orang yang sombong adalah diantaranya kita membantah keesaan Allah dengan mengadakan sekutu-sekutu/thogut.
  • Masyarakat kita tidak selalu benar, so….. jangan taqlid buta ya…!kebenaran hanya milik Allah, lain itu tidak.
  • Jadikan Al Quran sebagai SATU-SATUNYA hukum.

Kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada umumnya ketika menyambut bulan Ramadhan :

  • Megengan (selamatan), ini dilaksanakan 2 hari menjelang puasa ramadhan dan yang khas pada moment ini adalah kue apem yang tidak pernah ketinggalan. Cobalah sesekali bertanya kenapa mesti kue apem, apa maksudnya dan kenapa selamatan dilakukan menjelang ramadhan ? Mereka pasti akan menjawab: mbah-mbah kita dulu juga melakukan hal yang sama kok.
  • Ziarah kubur ke makam, Memang sih disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau membari salam: “Mudah-mudahan sejahtera dari Allah turun di atas kamu ahli kubur, yang mukmin dan muslim. Jika dikehendaki oleh Allah, kami akan berjumpa kamu. Kami mohon keselamatan untuk kami dan untuk kamu”. (HR. Muslim) Dan nabi tidak menentukan kubur si anu atau kubur si ini Dan pula nabi memerintahkannya, karena dalam ziarah itu dua maksud : Pertama, dari sabda Nabi : “Ziaralah kubur, karena ziarah kubur itu mengingatkan kamu kepada akhirat”. (HR. Muslim) . Kedua, mendoakan si mati. Sebagaimana yang dikerjakan oleh nabi, “mudah-mudahan Allah ampunkan dosa mereka.” So…. sudah jelaskan, moment ziarah kubur tidak harus dilakukan menjelang puasa Ramadhan. Kalau setiap ziarah, hari kamis + baca yasin bagaimana?
  • Puasa ramadhan tidak lepas dari yang namanya petasan, ya ? Hampir semua menyukainyatapi itu merupakan kesia-siaan belaka dan mubazir. Firman Allah : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. 17:27)

Semoga ibadah kita bulan Ramadhan terhindar dari unsur-unsur bid’ah apalagi kesyirikan. Naudzubillahi mindzalik.




Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s