(Lini – Lini Setan) Khinzib, Setan Spesialis Shalat

Ketika shalat seseorang baik, maka baiklah nilai amal yang lain. Pantaslah jika lblis menugaskan tentara khususnya bernama Khinzib untuk menempuh segala cara agar sholat seseorang kosong dari nilai, atau minimal rendah kualitasnya.

Sang manusia akan diingatkan dengan berbagai urusan di luar shalat. Tidak sedikit yang mengerjakan shalat tapi hatinya di pasar, membaca dzikir tapi pikirannya sibuk menghitung laba rugi perniagaan, bahkan memikirkan kebaikan yang semestinya tidak dilakukan ketika shalat. Setan pun rela ‘membantu’ seseorang mengingat kembali dimana barangnya yang hilang, asalkan shalat yang dikerjakan menjadi rusak dan tak bermutu.

Berangkat dari hembusan setan uang mengingatkan ini dan itu, seringkali muncul keinginan seseorang untuk segera menyelesaikan shalatnya. Bacaan dipercepat, gerakan dipersingkat, rukuk dan sujud dilakukan dengan kilat, hingga jauhlah ia dari tuma’ninah. Bacaan rukuk sudah selesai padahal telapak tangan baru saja memegang lutut. Bacaan sujud telah usai sementara anggota sujud yang tujuh belum menempel pada posisi yang semestinya. Ada kalanya muncul dalam benak seseorang keraguan, apakah dirinya kentut atau tidak. Dia tidak lagi konsentrasi dengan shalatnya, apakah dia harus berwudhu dan memulai shalat lagi atau tidak.

‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala Akupun melakukan hal itu dan Allah Subhaanahu wa ta’aala menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim)

Mengingat Sesuatu Yang Tadinya Terlupa

“Rasulullah saw bersabda, “Apabila dikumandangkan azan sholat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya: “Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!”, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat” (HR Bukhari)

Aisyah radhiyallaah ‘anhaa, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itu adalah curian syetan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s