Yang Unik Dari Afrika

Di Libia, seperlima penduduknya adalah penghafal Qur’an. Itu belum termasuk mereka yang ‘cuma’ hafal 25 juz, 20 juz, 10 juz, ataupun baru beberapa juz. Mereka semua dihormati. Bahkan seorang hafidz disetarakan dengan seorang sarjana lulusan universitas dalam hal mendapatkan pekerjaan. Meskipun banyak dari mereka sebenarnya belum genap 16 tahun.

Maroko, Somalia, Mauritania dan sebagian besar negara-negara Muslim Afrika telah mentradisikan pendidikan Qur’an semenjak usia 4 tahun. Sedini mungkin anak-anak dimasukkan ke mahdharah dan kuttab yang banyak bertebaran hingga mereka sudah hafal keseluruhan ayat Qur’an pada rentang usia delapan sampai sembilan tahun.

Cara menghafalnya pun sangat-sangat sederhana. Setiap anak menghafal dengan membawa sebuah papan tulis kayu, bukan dengan mushaf. Guru pengajar tahfidz akan menuliskan ayat yang akan dihafal masing-masing murid pada papan itu secara manual dengan pena tinta.

Sebelum dihafal, si murid membaca ayat itu di hadapan pengajar untuk disimak tajwidnya. Setelah bacaannya benar, ayat tersebut baru boleh dihafal sampai nanti tiba gilirannya untuk menyetorkan hafalan. Jika hafalannya lancar, ayat tadi akan dihapus dengan air lalu dituliskan ayat selanjutnya. Metode tahfizh bil alwah ini terus menerus dilakukan sampai di kemudian hari genap 30 juz.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s